jump to navigation

15 Musuh Iblis VS 10 Teman Iblis October 25, 2010

Posted by Rina Lubis-Stone in Akhlak, Renungan.
Tags:
trackback

Telah diceritakan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menyuruh iblis datang kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam agar menjawab segala pertanyaan yang Rasulullah tanyakan padanya. Pada suatu hari Iblis pun datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan menyerupai orang tua yang baik lagi bersih, sedang di tangannya memegang tongkat.

Bertanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah kamu ini?”

Orang tua itu menjawab, “Aku adalah iblis.”

“Apa maksud kamu datang berjumpa aku ?”

Orang tua itu menjawab, “Allah menyuruhku datang kepadamu agar kau bertanya kepadaku.”

Baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu bertanya, “Hai iblis, berapa banyakkah musuhmu dari kalangan umat-umatku?”

Iblis menjawab, “Lima belas:

1.      Engkau sendiri hai Muhammad,

2.      Imam dan pemimpin yang adil,

3.      Orang kaya yang merendah diri,

4.      Pedagang yang jujur dan amanah,

5.      Orang alim yang mengerjakan shalat dengan khusyuk,

6.      Orang mukmin yang memberi nasihat,

7.      Orang yang mukmin yang berkasih-sayang

8.      Orang yang tetap dan cepat bertaubat,

9.      Orang yang menjauhkan diri dari segala yang haram,

10.    Orang mukmin yang selalu dalam keadaan suci,

11.    Orang mukmin yang banyak bersedekah dan berderma,

12.    Orang mukmin yang baik budi dan akhlaknya,

13.    Orang mukmin yang bermanfaat kepada orang,

14.    Orang yang hafal al-Qur’an serta selalu membacanya,

15.    Orang yang berdiri melakukan shalat di waktu malam sedang orang-orang lain semuanya tidur.”

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya lagi, “Berapa banyakkah temanmu di kalangan umatku?”

Jawab iblis, “Sepuluh golongan:

1.      Hakim yang tidak adil,

2.      Orang kaya yang sombong,

3.      Pedagang yang khianat,

4.      Orang pemabuk/peminum arak,

5.      Orang yang memutuskan tali persaudaraan,

6.      Pemilik harta riba’,

7.      Pemakan harta anak yatim,

8.      Orang yang selalu lengah dalam mengerjakan shalat/sering meninggalkan shalat,

9.      Orang yang enggan memberikan zakat,

10.    Orang yang selalu berangan-angan dan khayal dengan tidak ada faedah,

Mereka semua itu adalah sahabat-sahabatku yang setia.”

Itulah percakapan Nabi dan iblis. Kita maklum bahwa sesungguhnya iblis itu adalah musuh Allah dan manusia. Dari itu hendaklah kita selalu berhati-hati jangan sampai kita menjadi kawan iblis, karena siapa yang menjadi kawan iblis bermakna menjadi musuh Allah. Demikianlah sebaliknya, siapa yang menjadi musuh iblis berarti menjadi kawan kekasih Allah.

About these ads

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: