jump to navigation

Asal-Usul Besi August 29, 2010

Posted by Rina Lubis-Stone in Renungan, Sains.
Tags:
trackback

Besi adalah salah satu unsur yang dinyatakan secara jelas dalam al-Qur’an karena terdapat surat bernama al-Hadiid yang berarti besi. Sangat menarik karena mengapa Allah tidak mengemukakan unsur lain, seperti emas, perak, intan, permata dan unsur lainnya yang lebih mahal di mata manusia? Allah berfirman:

“Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya.” (QS. al-Hadiid [57]: 25).

Kata anzalna yang berarti Kami turunkan, khusus digunakan seputar penciptaan atau adanya besi di bumi kita ini. Kata ini dapat digunakan secara kiasan untuk menjelaskan bahwa besi diciptakan untuk membawa manfaat yang besar bagi manusia, tapi ketika kita menimbangkan makna harfiah dari kata anzalna ini yaitu secara nyata diturunkan dari atas atau dari langit, maka ayat ini memiliki keajaiban dan mukjizat ilmiah yang sangat penting.

Hal ini dikarenakan penemuan astronomi masa kini menyebutkan bahwa logam besi yang ditemukan di bumi berasal dari bintang-bintang raksasa di angkasa luar. Logam berat di alam semesta dibuat dan dihasilkan dari inti-inti bintang raksasa, tapi sistem tata surya kita tidak memiliki struktur yang cocok untuk menghasilkan besi secara sendiri. Besi ini hanya bisa dibuat dari bintang-bintang yang ukurannya jauh lebih besar dari matahari yang suhunya mencapai ratusan juta derajat. Ketika besi telah melampaui jumlah batas tertentu dalam sebuah bintang, bintang tersebut tidak lagi mampu menanggungnya dan akhirnya meledak dan disebut Super Nova.

Akibat dari ledakan ini, meteor-meteor yang mengandung besi bertaburan di seluruh penjuru alam semesta, bergerak dalam ruang hampa semesta hingga mengalami gaya tarikan oleh gravitasi benda-benda luar angkasa. Semua ini menunjukkan bahwa besi tidak terbentuk di bumi, melainkan kiriman dari bintang-bintang yang meledak di luar angkasa melalui meteor-meteor dan diturunkan ke bumi.

Persis seperti yang dinyatakan dalam ayat tadi bahwa besi diturunkan oleh Allah dari langit. Bukti ini tidak dapat ditemukan pada abad ke-7 saat al-Qur’an diturunkan, karena pada masa itu belum ada teleskop, pesawat luar angkasa, satelit, ataupun lainnya. Dan, tentu ayat ini bukan kebetulan karena ribuan ayat al-Qur’an yang berbicara tentang ilmu pengetahuan tidak ada satu pun yang bertentangan dengan penemuan dan bukti ilmiah yang baru ditemukan baru-baru ini, bahkan masih banyak lagi yang belum bisa dibuktikan.

About these ads

Comments»

1. idah nayfos - May 23, 2014

nisrina kok kayak preman yang bisanya mengumpat dengan kata kotor bukan orang terpelajar yang belajar secara objektif melihat sesuatu yang mengandung kebenaran

2. riscy - September 17, 2013

mending dr pd agamu lol,makan babi klian… dr nenek moyang klian ampe skrg muka aja ga ada yg cerah,turutama klian batak ini.

3. rukun - November 22, 2012

sok kali islam bujang ini,macam agama klian yg betul gak ada hubungan nama simuhammad mu tu ke besi,sok pintar cuma pesuruh aja klian muslim itu.

4. Andi Gusnanto - October 5, 2012

thank for new knowledge


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: